• October 5, 2022

Mencegah Penyakit Tetanus Pada Ibu Hamil Dan Janin Dengan Vaksin TT

Perlukah melakukan suntik atau imunisasi tetanus (TT) saat hamil? Idealnya, suntik vaksin atau imunisasi tetanus dilakukan sebelum hamil untuk mencegah risiko tetanus pada ibu hamil dan bayi. Apakah ada risiko atau efek dari imunisasi suntik TT pada ibu hamil? Berikut penjelasan lengkapnya!

Wanita hamil memang dianjurkan untuk melakukan vaksin tetanus toxoid (TT). Hal ini mengingat bahwa penyakit tetanus masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, yang dampaknya bisa menimbulkan risiko kematian bayi baru lahir.

Penting untuk Bunda ketahui, vaksin TT aman diberikan kepada ibu hamil. Selain dapat menurunkan risiko terjadinya tetanus pada ibu serta janin dalam kandungannya, vaksin ini juga dapat mencegah terjadinya tetanus pada bayi baru lahir (tetanus neonatorum). Imunisasi ini diberikan dengan cara suntik untuk mencegah Bunda dan buah hari terkena infeksi tetanus. Seperti kita tahu, tetanus bisa berakibat fatal dan berisiko menyebabkan kematian bayi baru lahir.

Apa Pengaruh Tetanus (TT) Pada Ibu Hamil?

Tetanus disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini dapat ditemukan pada debu di dalam rumah, kotoran manusia dan hewan, serta besi berkarat.

Perlu diketahui bahwa di masa kehamilan pun, kondisi tetanus terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka

Tetanus pada bayi baru lahir sering terjadi di negara berkembang dan sangat mematikan.

Dikutip dari Mother to Baby, infeksi tetanus dan difteri pada ibu hamil bisa mejadi penyebab bayi lahir prematur hingga kematian bayi di dalam kandungan.

Bakteri yang masuk melalui luka akan mengeluarkan racun eksotoksin yang menyebar melalui aliran darah dan kelenjar getah bening. Eksotoksin kemudian memengaruhi sel saraf sehingga menyebabkan kekakuan dan kejang otot.

Kondisi semacam ini dianggap cukup parah karena dapat merobek otot, menyebabkan tulang retak, atau tekanan berat pada tulang belakang. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk menerima vaksin TT. Vaksin tetanus ini akan membentuk antibodi yang kemudian diteruskan juga kepada janin sebagai bentuk perlindungan alami terhadap tetanus selama dalam kandungan sampai beberapa bulan setelah lahir.

Menurut Dr.dr.H.Imam Rasjidi, SpOG (K) Onk, dalam buku Panduan Kehamilan Muslimah, pemberian suntik TT pertama dapat diberikan sejak Bunda positif hamil. Berikut jadwal imunisasi TT:

  1. Dosis pertama (TT1) diberikan secepatnya pada masa kehamilan.
  2. TT2 diberikan 4 minggu setelah TT1. Lama perlindungan selama tiga tahun dan 80 persen.
  3. TT3 diberikan 6 bulan setelah TT2. Lama perlindungan 5 tahun dan 95 persen.
  4. T4 diberikan 1 tahun setelah TT3. Lama perlindungan 10 tahun dan 99 persen.
  5. TT5 diberikan 1 tahun setelah TT4, durasi perlindungan 25 tahun atau seumur hidup dan 99 persen.

Efek Samping Imunisasi TT

Apabila terjadi risiko atau efek samping, yang ditimbulkan biasanya ringan dan tidak membahayakan, seperti:

  • Kemerahan dan nyeri di area suntikan
  • Demam ringan
  • Muntah

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, imunisasi tetanus (TT) pada ibu hamil bisa menimbulkan efek samping berat, yaitu:

  • Demam di atas 40 derajat Celcius
  • Kejang-kejang
  • Alergi parah (syok anafilaktik)

Namun, perlu diperhatikan kembali bahwa efek samping yang dijabarkan di atas merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Sebaiknya, Anda konsultasikan dan periksa dengan dokter kandungan terlebih dahulu sebelum melakukan suntik tetanus (TT) saat hamil. Terutama, jika Anda memiliki riwayat alergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.