• October 5, 2022

4 Cara Mengetahui Dan Menghitung Usia Kehamilan

Menghitung usia kehamilan seorang wanita memang bukan merupakan hal yang mudah. Kadang pada saat seorang wanita tahu bahwa dia sedang hamil, dia hanya bisa memperkirakan usia janinnya kurang dari sebulan, karena biasanya yang menjadi patokan hamil atau tidak adalah dari haid yang datang setiap bulan. Tapi akurasi hitungan Anda memang tidak akan seakurat hitungan ahli medis. Mereka memakai beberapa teknik untuk menentukan usia kehamilan pasiennya. Dan hitungannya bukan bulan lagi, namun minggu. Berikut ini beberapa metode atau 4 cara mengetahui dan menghitung usia kehamilan yang sering digunakan.

1. Menghitung Kehamilan Dengan Metode Kalender

Cara menghitung usia kehamilan yang sering dilakukan orang awam adalah dengan memakai metode kalender. Penggunaan metode ini jelas membutuhkan pengetahuan lebih tentang siklus haid seorang wanita. Karena penghitungannya berdasarkan pada tanggal berapa haid yang terakhir. Kemudian tanggal terakhir itu akan diolah dengan memakai rumus Naegele, yaitu tanggal terakhir haid ditambah 7, kemudian bulan haid dikurangi 3 serta tahunnya ditambah dengan angka 1.

Meskipun cara ini seringkali digunakan, tapi sesungguhnya pemakaiannya terbatas pada wanita yang mempunyai suklus haid yang memang selalu teratur yaitu setiap 28 ataupun 30 hari sekali. Namun sayangnya, tidak semua wanita memiliki siklus seperti itu bukan? Jadi, metode untuk menghitung usia kehamilan lainnya sangat diperlukan.

2. Menghitung Kehamilan Dengan Mendeteksi Gerakan Janin

Cara lainnya yang dapat digunakan adalah dengan cara mendeteksi gerakan janin. Apabila Anda merasakan ada gerakan janin dalam perut, maka dipastikan bahwa Anda sudah hamil dalam usia 18 hingga 20 minggu. Hal ini juga berlaku bagi para ibu yang baru pertama kali hamil. Sementara bagi kehamilan berikutnya, biasanya janin akan mulai bergerak pada saat usia kehamilan mulai memasuki minggu ke 16 hingga ke 18.

3. Menghitung Kehamilan Dengan Sistem Fun-dus U-teri

Metode lainnya yang bisa digunakan untuk menghitung usia kehamilan ialah dengan sistem Fun-dus U-teri alias pun-cak rahim. Umumnya para bidan maupun dokter akan meraba di bagian fun-dus u-teri ataupun rahim Anda, terutama di wilayah yang menonjol pada bagian dinding perut. Sistem penghitungannya dimulai dari tulang kem-aluan sang ibu. Jika jarak antara tulang kem-aluan dan pun’cak rahim berjarak sekitar 28 cm berarti usia janin yang dikandungnya sudah sampai pada usia 28 minggu.

Sedangkan bila mencapai angka 36 cm, maka usia janin yang dikandungnya sudah 36 minggu. Apabila berat badan ibu hamil normal, maka sistem perhitungan usia janin dapat dilakukan dengan cara memakai teknik dua jari. Biasanya seorang tenaga medis akan meletakkan kedua jarinya di antara tulang kem-aluan dan juga perut Anda. Jika jarak antara tulang kem-aluan dan pun’cak rahim masih ada di bagian bawah dari pusar, dengan demikian setiap dua jari tersebut mewakili usia 2 minggu kandungan.

4. Menghitung Kehamilan Dengan USG

Cara untuk menghitung atau mengetahui usia kehamilan yang terakhir adalah dengan memakai metode ultrasonografi atau yang populer dengan singkatan USG. Cara yang satu ini merupakan yang paling mudah juga yang paling populer dipakai oleh bidan ataupun dokter. Akurasinya bahkan bisa mencapai angka 95 persen. Selain dapat digunakan untuk menghitung usia kehamilan, USG ini juga dapat menampilkan gambar 3 dimensi dari janin yang berada dalam perut ibu!

Leave a Reply

Your email address will not be published.